Social Program Detail | April 30 2026

Dari Nilam Menuju Kesejahteraan, Memperkuat Penghidupan Masyarakat di Purbalingga

Indonesia menyumbang sekitar 90% produksi minyak nilam dunia, dengan nilai ekspor mencapai hingga USD 150 juta per tahun. Di balik nilai ekonominya, nilam juga memiliki nilai budaya sekaligus potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Melihat potensi tersebut, Indika Nature melalui inisiatif Natura Aromatik Nusantara (Natura) mengembangkan model budidaya regeneratif di Desa Karangjengkol, Purbalingga, yang dirancang untuk mendukung keberlanjutan lingkungan, inklusi sosial, serta tata kelola rantai pasok yang lebih transparan. 

Diluncurkan pada Januari 2025, Program Budidaya Nilam Berkelanjutan ini mengubah lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi area perkebunan yang bernilai, sekaligus berkontribusi menghidupkan kembali peran Jawa Tengah sebagai salah satu wilayah penghasil nilam. Dengan pendekatan berbasis kerangka SMART, program ini mengintegrasikan budidaya, pemberdayaan, dan ketertelusuran dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Program ini menargetkan pengembangan 10 hektare lahan inti serta 26,8 hektare lahan yang dikelola oleh 70 petani mitra, dengan target produksi mencapai 1.500 kilogram minyak nilam pada akhir tahun 2025. 

Selain berfokus pada target produksi, program ini juga mendorong perbaikan struktur rantai pasok. Natura menyediakan dukungan berupa modal kerja, dua unit penyulingan di lokasi, pelatihan teknis, serta penerapan prosedur operasional standar (SOP). Upaya ini membantu menjawab tantangan yang selama ini dihadapi petani, seperti fluktuasi harga, degradasi lahan, serta ketergantungan pada perantara. Mekanisme pembelian yang terjamin dan harga yang lebih stabil memberikan kepastian bagi petani, sementara sistem rantai pasok yang dapat ditelusuri sepenuhnya meningkatkan transparansi dari proses budidaya hingga produk akhir. 

Program ini juga menunjukkan dampak sosial dan ekonomi yang terukur. Jumlah petani yang terlibat meningkat dari 15 menjadi 70 orang, dengan partisipasi perempuan yang semakin aktif dalam kegiatan budidaya dan pengolahan. Rata-rata pendapatan petani mencapai Rp45,4 juta per hektare per tahun, sekitar 62% di atas upah minimum setempat, yang berkontribusi pada peningkatan ketahanan ekonomi rumah tangga. Dari sisi lingkungan, seluruh hasil panen telah dapat ditelusuri, sekitar 50% limbah penyulingan dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar dan kompos, serta lahan yang sebelumnya tidak produktif kini kembali dimanfaatkan secara berkelanjutan. 

Yang membedakan inisiatif ini adalah pendekatannya yang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang. Setiap hasil panen terdokumentasi dan dapat ditelusuri, sehingga memperkuat kepercayaan di sepanjang rantai nilai. Natura tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga menyediakan akses terhadap modal, teknologi, dan keahlian teknis untuk mendukung hasil yang konsisten dan berkualitas. Program ini juga mendorong partisipasi perempuan dan generasi muda, sekaligus memberikan perlindungan bagi petani melalui kontrak pembelian dan kemitraan langsung dengan pembeli. Di sisi lain, Natura juga memastikan pasokan minyak nilam berkualitas tinggi yang berkelanjutan untuk kebutuhan produksi, sehingga tercipta nilai bersama melalui peningkatan margin, stabilitas pendapatan, dan penguatan penghidupan masyarakat. 

Melalui model regeneratif ini, Natura menunjukkan bahwa praktik pertanian berkelanjutan dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata sekaligus mendukung pemulihan ekosistem dan pemberdayaan masyarakat—menjadikan budidaya nilam sebagai salah satu alternatif penghidupan masa depan yang berkelanjutan.